Suling Naga
Penilaian, dalam bentuk apapun juga, tentu dipengaruhi suka dan tidak suka dari si
penilai.Dan perasaan suka atau tidak suka ini timbul dari perhitungan rugi untung. Kalau
si penilai merasa dirugikan, lahir maupun batin, oleh yang dinilainya, maka perasaan
tidak suka karena dirugikan ini yang akan menentukan penilaiannya, tentu saja hasil
penilaian itu adalah buruk. Sebaliknya, kalau merasa diuntungkan lahir maupun batin,
timbul perasaan suka dan hasil penilainnya tentu baik. Penilaian menimbulkan dua sifat
atau keadaan yang berlawanan, yaitu baik atau buruk. Tentu saja baik atau buruk itu
bukan sifat aseli yang dinilai, melainkan timbul karena keadaan hati si penilai sendiri.
Agaknya belum pemah ada kaisar atau orang biasa siapapun juga yang dinilai baik oleh
orang seluruh dunia. Kaisar Kian Liong, seperti dapat dilihat dalam catatan sejarah,
adalah seorang kaisar yang terkenal berhasil dalam memajukan kebesaran
pemerintahannya. Namun, diapun menjadi bahan penilaian rakyat dan karena itu, tentu
saja diapun memperoleh pendukung dan juga memperoleh penentang. Seperti dalam
pemerintahan kaisar-kaisar terdahulu, dalam pemerintahan Kian Liong inipun tidak luput
dari pemberontakan-pemberontakan, baik besar maupun kecil. Akan tetapi, Kaisar Kian
Liong selalu bertindak tegas dalam menghadapi pemberontakan-pemberontakan itu dan
karena dalam pemerintahannya terdapat banyak panglima-panglima yang tangguh dan
pandai, dengan balatentara yang cukup besar, maka dia selalu berhasil memadamkan api-
api pemberontakan yang terjadi di sana-sini.
Pemberontakan yang hebat terjadi di daerah Yunan barat daya. Bangsa Birma bersekutu
dengan para pemberontak di Propinsi Yunan. Pasukan besar Bangsa Birma memasuki
Propinsi Yunan bagian barat daya, menyeberangi Sungai Nu-kiang, bahkan bergerak
sampai di tepi Sungai Lan-cang (Mekong).
Tentu saja Kaisar Kian Liong tidak mendiamkan bangsa tetangga itu mengganggu
wilayah Yunan dan dia segera mengirimkan panglima-panglima perangnya, memimpin
pasukan besar untuk menghalau para pengganggu dari Birma itu dan menumpas
pemberontakan di Yunan. Kembali terjadi perang!
Perang adalah suatu peristiwa yang amat jahat dan buruk dalam dunia ini. Puneak
kebuasan manusia menuruti nafsu mengejar kesenangan. Perang merupakan perluasan
dan pembiakan nafsu kotor dalam diri yang mengejar kesenangan dengan cara apapun
juga dan setiap orang atau benda yang dianggap menjadi penghalang usahanya mengejar
kesenangan itu akan dihaneurkan, dibinasakan. Perang adalah permainan beberapa
gelintir manusia yang kebetulan saja memperoleh kesempatan untuk duduk di tingkat
paling atas, menjadi apa yang dinamakan pemimpin-pemimpin bangsa atau golongan
atau kelompok, dalam usaha mereka untuk meneapai kedudukan paling tinggi dan
kesenangan. Dan siapakah yang menjadi korban kalau bukan rakyat jelata? Para perajurit
yang telah digembleng menjadi alat-alat membunuh atau dibunuh itupun sebagian dari
rakyat yang menjadi korban ulah beberapa gelintir manusia yang berambisi itu.