Suling Emas Naga Siluman
Puncak-puncak gunung menjulang tinggi di sekeliling, berlumba megah menembus
awan. Sinar matahari pagi merah membakar langit di atas puncak di timur, mengusir
kegelapan sisa malam dan menyalakan segala sesuatu di permukaan bumi dengan
cahayanya yang merah keemasan. Salju yang menutupi puncak-puncak tertinggi seperti
puncak-puncak Yolmo Lungma (Mount Everest), Kancen Yunga, dan Kongmaa La,
berkilauan dengan sinar merah matahari pagi, seolah-olah perut gunung-gunung itu
penuh dengan emas murni. Daun-daun pohon yang lebat seperti baru bangkit dari tidur,
nyenyak dibuai kegelapan malam tadi, nampak segar bermandikan embun yang
membentuk mutiara-mutiara indah di setiap ujung daun dan rumput hijau. Cahaya
matahari menciptakan jalan emas memanjang di atas air Sungai Yalu Cangpo yang
mengalir tenang, seolah-olah masih malas dan kedinginan.
Sukarlah menggambarkan keindahan alam di Pegunungan Himalaya ini di pagi hari itu.
Pagi yang cerah dan amat indah. Kata-kata tidak ada artinya lagi untuk menggambarkan
keindahan. Kata-kata adalah kosong, penggambaran yang mati, sedangkan kenyataan
adalah hidup, seperti hidupnya setiap helai daun di antara jutaan daun yang bergerak
lembut dihembus angin pagi.
Seperti biasa, dari semenjak dahulu sekali sampai sekarang ini, yang bangun pagi-pagi
mendahului sang surya hanyalah burung-burung, hewan-hewan, dan manusia-manusia
petani yang miskin! Orang kaya di kota biasanya baru akan bangun dari kamar
mewahnya kalau matahari sudah naik tinggi sekali!
Pegunungan Himalaya merupakan pegunungan yang paling hebat di seluruh dunia ini,
paling luas, dan paling banyak memiliki puncak-puncak tertinggi di dunia. Memanjang
dari barat ke timur sebagai tapal batas yang sukar diukur dan ditentukan letaknya dari
Negara-negara India, Tibet, Nepal dan Bhutan. Pegunungan Himalaya memiliki banyak
sekali gunung atau puncak-puncak yang amat tinggi, yang tertinggi dan di atas tujuh ribu
meter adalah Puncak Dewi, Gurla Mandhayaf Gosainthan, Yolmo Lungma Kamet,
Nanda Dhaula atau Giri, Chomo Lungma atau Mount Everest sebagai puncak tertinggi
(8882 meter), dan Kancen (Kincin) Yunga. Itu adalah deretan raksasa-raksasa puncak
yang amat tinggi di Pegunungan Himalaya. Dan di antara puncak-puncak dan lereng-
lereng, di antara lembah-lembah yang amat curam, mengalirlah Sungai Yalu Cangpo atau
yang juga dinamakan Sungai Brahmaputera.
Sungai Yalu Cangpo yang mengalir di daerah Tibet menciptakan tanah subur bagi para
petani Tibet, sungguhpun mereka yang bekerja di sawah ladang itu hanyalah buruh-buruh
tani belaka karena semua sawah ladang telah menjadi milik para tuan tanah dan para
pembesar yang berkuasa di Tibet, di samping para pendeta yang memiliki kekuasaan
besar sekali di negara ini.
Pagi itu, sebuah perahu yang ditumpangi tiga orang didayung meluncur lambat-lambat
menentang aliran air, merayap perlahan di tepi di mana arus tidak begitu kuat. Mereka
bertiga memakai pakaian tebal karena hawa amatlah dinginnya. Di sebelah tebing di