Asmaraman S. Kho Ping
     
Seri: Bu Kek Siansu
Best Viewed with Screen Resolution 1024 by 768 pixels

Seri Bu Kek Siansu

 

Bu Kek Siansu
Suling Emas
Cinta Bernoda Darah
Mutiara Hitam
Istana Pulau Es
Pendekar Bongkok
Pendekar Super Sakti
Sepasang Pedang Iblis
Kisah Sepasang Rajawali
Jodoh Rajawali
Suling Emas Naga Siluman
Para Pendekar Pulau Es
Suling Naga
Kisah Si Bangau Putih
Kisah Si Bangau Merah
Tangan Sakti
Pusaka Pulau Es
 

 

 

Segera menyusul serial
Pendekar Kayu Harum
Selengkapnya

 

 

Navigation bar
  Start Previous page
 1 of 972 
Next page End 1 2 3 4 5 6  

Sepasang Pedang Iblis
Kuil tua itu berdiri di tepi Sungai Fen-ho, di lembah antara Pegunungan Tai-hang-san
dan Lu-liang-san, di sebelah selatan kota Taigoan. Sunyi sekali keadaan di sekitar tempat
itu, sunyi dan kuno sehingga kuil yang amat kuno dan sudah bobrok itu cocok sekali
dengan keadaan alam yang sunyi dan liar di sekelilingnya. Biasanya, kuil ini kosong dan
bagi yang percaya, tempat seperti itu paling cocok menjadi tempat tinggal setan iblis dan
siluman.
Akan tetapi, pada sore hari itu, keadaan di sekeliling kuil tampak amat menyeramkan
karena ada bayangan-bayangan yang berkelebatan, begitu cepat gerakan bayangan-
bayangan itu sehingga agaknya iblis-iblis sendiri yang sedang sibuk mengadakan
persiapan sesuatu. Akan tetapi kalau diperhatikan, bayangan-bayangan itu sama sekali
bukanlah setan melainkan manusia-manusia, sungguhpun manusia-manusia yang
menyeramkan karena mereka yang berjumlah lima orang itu bertubuh tinggi besar, bersi-
kap kasar dan berwajah liar. Gerakan mereka tidak seperti orang biasa, karena selain
cepat juga membayangkan kekuatan yang jauh lebih daripada manusia-manusia biasa.
Golok besar yang terselip di punggung dan golok lima orang tinggi besar itu menandakan
bahwa mereka adalah orang-orang yang sudah biasa mempergunakan kekerasan
mengandalkan ilmu silat dan senjata mereka.
Memang sesungguhnyalah bahwa lima orang tinggi besar ini bukan orang-orang
sembarangan. Mereka adalah lima orang bajak laut yang sudah terkenal bertahun-tahun
lamanya menjadi setan sungai Fen-ho. Kepandaian mereka amat tinggi karena mereka ini
yang berjuluk Fen-ho Ngo-kwi (Lima Iblis Sungai Fen-ho) adalah anak buah yang sudah
menerima gemblengan dari mendiang Kang-thouw-kwi Gak Liat, datuk iblis yang
terkenal dengan nama poyokan Setan Botak itu! Sejak tadi lima orang ini berkelebatan di
sekitar kuil tua, seperti hendak menyelidiki keadaan kuil yang sunyi dan kelihatan kosong
itu.
“Twako, tidak kelirukah kita? Apakah benar kuil ini yang dimaksudkan dalam pesan
Gak-locianpwe?” Tiba-tiba seorang di antara mereka, yang mempunyai tahi lalat besar di
dagunya, bertanya kepada orang tertua di antara mereka yang matanya besar sebelah.
“Tidak salah lagi,” jawab orang tertua Fen-ho Ngo-kwi yang usianya kurang lebih lima
puluh tahun itu sambil memandang ke arah kuil tua. “Satu-satunya kuil tua di tepi Sungai
Fen-ho di daerah ini hanya satu inilah. Akan tetapi sungguh heran, mengapa kelihatan
sunyi dan kosong?”
“Lebih baik kita serbu saja ke dalam!” kata Si Tahi Lalat sambil mencabut goloknya.
Twakonya mengangguk dan mereka semua sudah mencabut golok, siap untuk menyerbu.
Pimpinan rombongan itu menggerakkan tangan kepada adik-adiknya dan berkata, “Kau
masuk dari pintu belakang, dan kau dari jendela kiri, kau dari jendela kanan, seorang
menjaga di luar dan aku yang akan menerjang dari pintu depan!” Mereka berpencar,
Previous page Top Next page

SepasangPedangIblis - page 1 of 972