Asmaraman S. Kho Ping
     
Seri: Bu Kek Siansu
Best Viewed with Screen Resolution 1024 by 768 pixels

Seri Bu Kek Siansu

 

Bu Kek Siansu
Suling Emas
Cinta Bernoda Darah
Mutiara Hitam
Istana Pulau Es
Pendekar Bongkok
Pendekar Super Sakti
Sepasang Pedang Iblis
Kisah Sepasang Rajawali
Jodoh Rajawali
Suling Emas Naga Siluman
Para Pendekar Pulau Es
Suling Naga
Kisah Si Bangau Putih
Kisah Si Bangau Merah
Tangan Sakti
Pusaka Pulau Es
 

 

 

Segera menyusul serial
Pendekar Kayu Harum
Selengkapnya

 

 

Navigation bar
  Start Previous page
 4 of 1165 
Next page End 1 2 3 4 5 6 7 8 9  

Kian Bu tersenyum. "Aku tidak apa-apa, Lee-ko, harap jangan khawatir."
Dua orang pemuda tanggung itu memang memiliki nyali yang amat besar. Biarpun
keadaan mereka cukup berbahaya, namun keduanya masih tenang saja, percaya penuh
akan kekuatan dan kemampuan diri sendiri.
"Dukk! Dukk!"
"Apa itu....?" Kian Bu berteriak kaget, cepat menggerakkan dayung untuk membantu
kakaknya mengatur keseimbangan perahu yang tadi terpental seolah-olah ditabrak
sesuatu.
"Hemm, ikan-ikan hiu....! Lihat itu mereka!" Kian Lee berseru sambil menuding ke
depan.
Tampaklah sirip-sirip ikan hiu yang berbentuk layar itu meluncur di dekat perahu
mereka. Agaknya ikan-ikan itu sudah tahu bahwa perahu kecil itu ditumpangi dua orang
yang tentu akan menjadi santapan lezat bagi mereka kalau perahunya dapat terguling.
Mereka tadi tidak sengaja menabrak perahu, akan tetapi melihat dua orang di atas perahu,
ikan-ikan itu lalu berenang di kanan kiri perahu, agaknya menanti dengan tak sabar lagi
sampai dua orang manusia yang akan dijadikan mangsa mereka itu terjatuh ke air dan
diperebutkannya.
"Setan air!" Kian Bu memaki. "Lee-ko, jaga perahu, biar kuhajar mereka!"
Tanpa menanti jawaban kakaknya, Kian Bu sudah meloncat keluar dari perahunya,
dipandang dengan mata penuh kegelisahan oleh kakaknya. Kakak ini maklum akan
keberanian dan kenakalan adiknya, akan tetapi kadang-kadang dia harus menahan napas
menyaksikan kenakalan Kian Bu, apalagi sekarang! Kian Bu yang meloncat keluar itu,
menggunakan kakinya hinggap di atas sirip seekor ikan hiu besar, sedangkan dayung di
tangannya, dayung yang ujungnya dipasangi besi, dihantamkan ke kanan kiri mengenai
dua ekor ikan hiu lain, tepat di bagian kepala sehingga kepala dua ekor ikan itu pecah.
Segera terjadilah pesta pora, karena dua ekor ikan hiu yang terluka kepalanya dan
mengeluarkan darah itu telah dikeroyok oleh belasan ekor ikan hiu lainnya sehingga
dalam waktu sebentar saja daging mereka terobek-robek dan ditelan habis. Kian Bu
sudah meloncat lagi ke atas perahunya dan sambil tertawa-tawa dia membantu kakaknya
untuk mendayung perahu meninggalkan tempat itu.
Akan tetapi karena gelombang lautan masih amat besar, usaha mereka mendayung perahu
itu hanya sedikit sekali hasilnya, perahu mereka tetap saja diombang-ambingkan dan
mereka tidak tahu lagi ke mana mereka akan dibawa oleh perahu.
"Bu-te, lihat di sana ada pulau!"
Previous page Top Next page

KisahSepasangRajawali - page 4 of 1165