kakaknya. Padahal dia berani membangkang terhadap ibunya sendiri, bahkan kadang-
kadang dia berani menentang ayahnya!
Pada pagi hari itu, ketika kedua orang ibu mereka sedang sibuk di dapur darr ayah
mereka seperti biasa di waktu pagi hari duduk bersamadhi di dalam kamar samadhinya,
mereka berdua bermain-main dengan perahu mereka. Kenrudian timbul niatan tiba-tiba
dalam kepala Suma Kian Bu untuk pergi menggunakan perahu ke daratan besar dan
mencari encinya (kakak perempuannya) yang tinggal di kota raja! Memang anak ini
mempunyai seorang kakak perempuan yang bernama Puteri Milana. Puteri Nirahai
adalah puteri Kaisar Tiongkok yang lahir dari seorang selir, maka anaknya yang pertama,
yang bernama Milana, juga seorang puteri, cucu kaisar! Di dalam ceriteraSepasang
Pedang Iblis dituturkan betapa Puteri Milana, kakak Suma Kian Bu ini, oleh ayahnya
diharuskan ikut kakeknya, Kaisar Tiongkok, untuk tinggal di istana kaisar dan
selanjutnya mentaati semua perintah kakeknya itu. Akhirnya oleh kaisar, Puteri Milana
yang cantik jelita itu dijodohkan dengan seorang panglima muda yang juga berdarah
bangsawan, setelah panglima muda ini berhasil keluar dari sayembara yang diadakan oleh
Milana. Dara bangsawan itu, cucu kaisar, puteri Pendekar Super Sakti, hanya mau
dijodohkan dengan seorang yang mampu menahan serangannya selama seratus jurus!
Dan kalau dia menghendaki, sukarlah ditemukan orang yang dapat menahan seratus jurus
serangannya. Akan tetapi ketika Han Wi Kong, panglima muda itu, memasuki
sayembara, pemuda perkasa ini berhasil mempertahankan diri dan dialah yang terpilih
menjadi suami puteri jelita dan perkasa itu! Sesungguhnya, hal ini hanya dapat terjadi
karena memang Milana memilihnya di antara sekian banyaknya pelamar yang datang
memasuki sayembara.
Ketika diadakan pesta pernikahan Puteri Milana, Pendekar Super Sakti bersama kedua
orang isteri dan kedua orang puteranya datang pula ke kota raja. Hal ini terjadi ketika
kedua orang puteranya masih kecil, baru berusia lima-enam tahun dan itulah pengalaman
pertama dari kedua orang anak ini melihat kota raja!
Demikianlah pagi hari itu, Suma Kian Bu membujuk kakaknya untuk pergi menyusul
kakak perempuannya di kota raja. Tentu saja Suma Kian Lee menolak dan
memperingatkan adiknya bahwa kota raja amatlah jauh dan pergi ke sana tanpa ijin ayah
mereka tentu akan membuat ayah mereka marah. Akan tetapi, Suma Kian Bu merengek
dan akhirnya Suma Kian Lee yang amat sayang kepada adiknya, terpaksa menyanggupi
dan berlayarlah keduanya meninggalkan Pulau Es!
Biarpun kedua orang anak laki-laki itu baru berusia empat belas tahun, akan tetapi
sebagai putera-putera Pendekar Super Sakti, tentu saja mereka tidak dapat disamakan
dengan anak-anak lain yang sebaya dengan mereka. Semenjak kecil mereka berdua telah
digembleng oleh ayah bunda mereka yang berilmu tinggi sehingga mereka merupakan
dua orang anak-anak yang telah memiliki ilmu kepandaian silat tinggi dan memiliki
tenaga sin-kang latihan Pulau Es yang mujijat. Betapapun juga, mereka hanyalah anak-
anak dan sifat anak-anak mereka yang suka bermain-main masih melekat dalam hati
mereka. Setelah mereka menjelang dewasa, jiwa petualang yang terdapat dalam hati