Asmaraman S. Kho Ping
     
Seri: Bu Kek Siansu
Best Viewed with Screen Resolution 1024 by 768 pixels

Seri Bu Kek Siansu

 

Bu Kek Siansu
Suling Emas
Cinta Bernoda Darah
Mutiara Hitam
Istana Pulau Es
Pendekar Bongkok
Pendekar Super Sakti
Sepasang Pedang Iblis
Kisah Sepasang Rajawali
Jodoh Rajawali
Suling Emas Naga Siluman
Para Pendekar Pulau Es
Suling Naga
Kisah Si Bangau Putih
Kisah Si Bangau Merah
Tangan Sakti
Pusaka Pulau Es
 

 

 

Segera menyusul serial
Pendekar Kayu Harum
Selengkapnya

 

 

Navigation bar
  Start Previous page
 1 of 1165 
Next page End 1 2 3 4 5 6  

Kisah Sepasang Rajawali
"Haaiiiii.... hiiyooooo.... huiiiiii....!"
"Eh, Bu-te (adik Bu), jangan main-main! Angin bertiup begini kencang, lekas duduk dan
membantu aku. Gulung layar itu, kita bisa celaka kalau angin sebesar ini dan layar tetap
berkembang!"
"Yahuuuuu....! Wah, dengar, Lee-ko (kakak Lee), suara terbawa angin tentu terdengar
sampai jauh. Hiyooooohhhhh....!"
Mereka adalah dua orang anak laki-laki yang menjelang dewasa, berusia empat belas
tahun, berwajah tampan dan bertubuh tegap kuat. Mereka ini kakak-beradik yang
mempunyai ciri wajah berbeda sungguhpun sukar dikatakan siapa di antara mereka yang
lebih tampan. Yang disebut Lee-ko adalah Suma Kian Lee, sedangkan adiknya itu adalah
Suma Kian Bu, dan kedua orang anak laki-laki ini bukan anak-anak nelayan biasa yang
bermain-main dengan perahu mereka, melainkan putera-putera Pendekar Super Sakti
Suma Han atau yang lebih terkenal dengan julukan Pendekar Super Sakti atau Pendekar
Siluman, Majikan Pulau Es!
Pendekar Super Sakti yang mengasingkan diri dari dunia ramai selama bertahun-tahun,
tinggal di Pulau Es bersama dua orang isterinya, yaitu Puteri Nirahai dan Lulu, dua orang
isteri yang cantik jelita dan mencinta suaminya dengan sepenuh jiwa raga mereka. Di
dalam ceritaSepasang Pedang Iblis diceritakan betapa suami dengan kedua orang
isterinya ini baru berkumpul kembali di pulau itu setelah mereka berusia empat puluh
tahun dan hidup bertiga di pulau kosong itu, mengasingkan diri dari dunia ramai dan
saling mencurahkan kasih sayang yang terpendam selama belasan tahun berpisah!
Dari curahan kasih sayang yang amat mendalam dan mesra itu, terlahirlah dua orang anak
laki-laki itu. Lulu melahirkan puteranya lebih dahulu, dan anak itu diberi nama Suma
Kian Lee. Setengah tahun kemudian, Nirahai juga melahirkan seorang anak laki-laki
yang diberi nama Suma Kian Bu. Tentu saja kelahiran dua orang anak laki-laki itu
menambah rasa bahagia di dalam kehidupan mereka bertiga sehingga tidak begitu
terasalah kesunyian di pulau itu. Dan setelah kedua orang anaknya terlahir, demi
kepentingan dua orang anaknya, Suma Han tidak lagi pantang bergaul dengan orang lain,
bahkan seringkali dia mengajak kedua orang puteranya pergi meninggalkan Pulau Es
mengunjungi pulau-pulau lain di dekat daratan besar yang dihuni oleh nelayan-nelayan.
Karena kedua orang anak itu lebih mirip dengan ibu masing-masing, maka biarpun
keduanya sama tampan, namun terdapat perbedaan dan ciri khas pada wajah mereka, juga
semenjak kecil sudah tampak perbedaan watak mereka yang menyolok sekali. Suma Kian
Lee, putera Lulu, berwatak lembut dan halus, sabar dan tidak pernah melakukan
kenakalan, juga pendiam. Sebaliknya, Suma Kian Bu, putera Nirahai, amat nakal dan
periang, mudah tertawa dan mudah menangis, bandel dan berani, akan tetapi juga amat
mencinta kakaknya dan betapapun nakalnya, akhirnya dia selalu tunduk dan taat kepada
Previous page Top Next page

KisahSepasangRajawali - page 1 of 1165