Asmaraman S. Kho Ping
     
Seri: Bu Kek Siansu
Best Viewed with Screen Resolution 1024 by 768 pixels

Seri Bu Kek Siansu

 

Bu Kek Siansu
Suling Emas
Cinta Bernoda Darah
Mutiara Hitam
Istana Pulau Es
Pendekar Bongkok
Pendekar Super Sakti
Sepasang Pedang Iblis
Kisah Sepasang Rajawali
Jodoh Rajawali
Suling Emas Naga Siluman
Para Pendekar Pulau Es
Suling Naga
Kisah Si Bangau Putih
Kisah Si Bangau Merah
Tangan Sakti
Pusaka Pulau Es
 

 

 

Segera menyusul serial
Pendekar Kayu Harum
Selengkapnya

 

 

Navigation bar
  Start Previous page
 1 of 1227 
Next page End 1 2 3 4 5 6  

Jodoh Rajawali
 
Kaisar pertama yang bertahta di Kerajaan Ceng-tiauw, yaitu kerajaan penjajah Mancu
yang menguasai Tiongkok, merupakan kaisar yang sampai puluhan tahun dapat
mempertahankan kedudukannya, mengatasi banyak pemberontakan dan perebutan
kekuasaan. Kaisar tua ini mulai bertahta dalam tahun 1663 dan dapat mempertahankan
kedudukannya ini selama lima puluh sembilan tahun!
 
Pada awal tahun 1700 terjadilah pemberontakan dua orang pangeran kakak beradik, yaitu
Pangeran Liong Bin Ong dan Pangeran Liong Khi Ong, adik-adik tiri kaisar pertama itu,
ialah Kaisar Kang Hsi. Dua orang pangeran yang mencoba untuk berkhianat terhadap
kaisar itu melakukan pemberontakan yang nyaris menggulingkan kedudukan kaisar, atau
sedikitnya telah menggegerkan kota raja. Akan tetapi akhirnya berkat bantuan para
menteri dan panglima yang setia, apalagi karena bantuan Puteri Milana yang terkenal
gagah perkasa dan pandai, pemberontakan itu dapat digagalkan, bahkan dua orang
pangeran pengkhianat itu dapat ditewaskan.
 
Akan tetapi, pemberontakan ini dengan segala akibatnya menggores hati kaisar yang
sudah tua itu, karena, pertama dia merasa kecewa dan terkejut melihat kenyataan betapa
dua orang adik tiri yang dipercayanya itu betul-betul melakukan pemberontakan
terhadapnya. Ke dua, melihat bahwa dia terpaksa membiarkan dua orang adiknya itu
tewas. Dan ke tiga, perpecahan-perpecahan yang diakibatkan oleh pemberontakan itu di-
antara ponggawa dan pembantunya.
 
Lima tahun telah lewat sejak pemberontakan itu dapat ditumpas. Namun, biarpun
pemberontakan telah dipadamkan dan dua orang pangeran tua itu telah tewas, peristiwa
yang mengakibatkan perpecahan di kalangan atas, dan mengakibatkan timbulnya sikap
curiga-mencurigai di antara mereka, mempunyai pengaruh besar terhadap para pembesar
atasan yang mempengaruhi pula para anak buah mereka dan terasa pula ketegangan-
ketegangan yang timbul di antara kelompok satu dan kelompok lain sehingga rakyat pun
merasa gelisah.
 
Peristiwa itu banyak mengurangi kedaulatan dan wibawa Kaisar Kang Hsi. Kaisar tua itu
tidak kuat lagi mengendalikan kemudi pemerintahannya yang dilanda gelombang
perpecahan itu. Banyak raja-raja muda, gubernur-gubernur dan panglima-panglima
komandan barisan di perbatasan yang menguasai daerah propinsi yang jauh letaknya dari
kota raja, sedikit demi sedikit dan secara halus tidak menyolok mulai memisahkan diri
dari pusat. Mereka itu masing-masing menyusun kekuatan dan berusaha mengatur daerah
kekuasaan masing-masing seperti seorang raja. Semua hasil pemungutan pajak dan lain-
lain mereka simpan sendiri, dan kalau pun sebagai basa-basi mereka masih mengirimkan
hasil daerah mereka ke kota raja, maka yang dikirim itu tidak ada artinya dibandingkan
dengan hasil yang masuk.
 
Tentu saja tidak semua pembesar bersikap demikian. Banyak pula yang semenjak semula
berpihak kepada kaisar, masih merupakan pembesar yang setia. Oleh karena itu timbullah
pertentangan diam-diam antara para pembesar dan pertentangan ini tentu saja
Previous page Top Next page

JodohRajawali - page 1 of 1227